Home Ekonomi Komunitas lari Canggu menghadapi reaksi keras atas dugaan pengucilan warga Indonesia

Komunitas lari Canggu menghadapi reaksi keras atas dugaan pengucilan warga Indonesia

3
0


DENPASAR, Bali — Komunitas lari di kawasan Canggu, Bali, menjadi sorotan publik menyusul tuduhan bahwa warga negara Indonesia tidak diikutsertakan dalam salah satu acaranya, sehingga mendorong pihak berwenang setempat untuk menyerukan penyelidikan.

Tuduhan tersebut mengemuka setelah muncul tangkapan layar di media sosial yang menunjukkan calon peserta asal Indonesia diberitahu bahwa ia tidak dapat berpartisipasi karena kewarganegaraannya. Postingan ini telah memicu kritik luas, dan banyak yang mempertanyakan apakah acara komunitas yang diadakan di Bali dan menggunakan jalan umum harus diizinkan untuk membatasi partisipasi berdasarkan kewarganegaraan.

Populer di kalangan pengunjung asing

Komunitas ini dikenal sering menyelenggarakan lari kelompok pagi hari di Canggu, yang telah menarik ekspatriat, digital nomad, dan pengunjung internasional.

Peristiwa tersebut menarik perhatian di media sosial sebelum tuduhan tersebut mengalihkan perhatian publik pada isu inklusivitas dan penggunaan ruang publik.

Senator mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki

Senator Bali Ni Luh Djelantik meminta Imigrasi Bali dan Kepolisian Bali menyelidiki dugaan diskriminasi tersebut dan apakah acara tersebut telah memperoleh izin yang diperlukan.

Dalam pernyataan yang diposting di akun Instagram terverifikasinya pada hari Jumat, Djelantik mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki laporan yang melibatkan warga negara asing dan dugaan aktivitas beroperasi tanpa izin yang diperlukan.

“Kami menghimbau kepada Imigrasi Bali dan Polda Bali untuk menindaklanjuti laporan kami terkait dugaan diskriminasi yang dilakukan warga negara asing dan dugaan aktivitas beroperasi tanpa izin,” tulisnya.

Ia juga mengkritik kebijakan yang mengecualikan warga Indonesia dari acara di Bali.

“Kamu melakukan ini di Bali. Kamu melakukan ini di Indonesia. Ini tanah air kita,” tambah Djelantik.

Tempat itu menjauhkan diri

Kontroversi tersebut pun mendapat tanggapan dari Atelier Sandwich Bali, tempat salah satu peristiwa terkini berlangsung.

Dalam pernyataan yang diposting di Instagram, venue mengatakan perannya hanya sebatas menyediakan lokasi dan layanan katering kepada peserta.

Ia mengaku tidak terlibat dalam pendaftaran peserta, keputusan keanggotaan, atau kebijakan internal yang ditetapkan penyelenggara acara.

Tempat tersebut juga mengatakan mereka mengutuk rasisme dan diskriminasi dalam segala bentuk dan menyambut tamu dari semua negara secara setara.

Pejabat meninjau persyaratan izin

Kepala Badan Ketertiban Umum (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, pihaknya belum menerima permintaan rekomendasi terkait acara tersebut.

Dia mengatakan pihak berwenang sedang mengkaji peraturan yang mengatur penggunaan jalan umum untuk kegiatan masyarakat.

Menurut Suryanegara, kejadian yang mempengaruhi lalu lintas atau penggunaan jalan umum umumnya memerlukan koordinasi atau persetujuan dari otoritas terkait.

Pihak berwenang belum mengumumkan temuan mereka

Hingga hari Jumat, pihak berwenang belum mengumumkan temuan resmi apa pun mengenai tuduhan tersebut atau tindakan penegakan hukum apa pun terkait kasus tersebut.

Investigasi ini masih dalam pengawasan publik karena para pejabat terus meninjau tuduhan dan persyaratan izin untuk acara tersebut.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.