Home Ekonomi Rombongan Bali meminta maaf dan menunda acara setelah mendapat reaksi diskriminasi

Rombongan Bali meminta maaf dan menunda acara setelah mendapat reaksi diskriminasi

3
0


BADUNG, Bali — Komunitas digital nomaden yang berbasis di Bali, Entourage Bali, telah mengeluarkan permintaan maaf publik dan menghentikan sementara semua kegiatan setelah menghadapi kritik luas atas tuduhan bahwa orang Indonesia dikucilkan dari komunitasnya.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Instagram mereka pada hari Jumat, penyelenggara mengatakan mereka bertanggung jawab penuh atas kontroversi tersebut dan berjanji untuk membuat perubahan yang berarti.

“Pertama-tama, kami dengan tulus meminta maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung. Kami tidak pernah bermaksud mendiskriminasi siapa pun,” bunyi pernyataan itu. “Kami telah memutuskan untuk menunda semua acara untuk sementara waktu sehingga kami dapat mengambil tanggung jawab penuh dan menerapkan perbaikan nyata di masa depan.”

Kontroversi muncul setelah muncul tangkapan layar online yang menunjukkan pelamar dari Indonesia, terutama yang menggunakan nomor telepon dengan kode negara Indonesia +62, tidak diberi akses ke salah satu grup WhatsApp komunitas. Tangkapan layar tersebut memicu tuduhan bahwa kelompok tersebut lebih menyukai orang asing dibandingkan penduduk lokal.

Entourage Bali mengatakan masalahnya berasal dari kesalahan dalam sistem persetujuan otomatis dan bukan kebijakan yang disengaja.

Menurut penyelenggara, pengaturan otomatis yang salah berdampak pada aplikasi komunitas WhatsApp dan beberapa acara tidak terorganisir, sehingga secara tidak sengaja menciptakan bias yang menolak beberapa pelamar dengan nomor telepon Indonesia.

“Kami ingin membangun komunitas di mana orang dapat terhubung, namun kesalahan dalam sistem otomatis kami menciptakan bias yang tidak disengaja,” kata penyelenggara.

Kelompok ini juga menolak klaim bahwa keanggotaan selalu didasarkan pada kewarganegaraan, dan mengatakan bahwa komunitasnya terdiri dari anggota dari berbagai negara, termasuk warga Indonesia.

Dia menambahkan bahwa meskipun beberapa acara dirancang untuk audiens tertentu, seperti digital nomads atau kelompok jalan kaki khusus wanita, klub lari regulernya selalu terbuka untuk semua orang tanpa memerlukan registrasi.

Entourage Bali juga menanggapi pertanyaan tentang Silent Disco Run yang diadakan pada hari Rabu, dengan mengatakan bahwa ini adalah acara lari berbayar pertama karena jumlah headphone nirkabel yang tersedia terbatas.

Pihak penyelenggara mengatakan acara tersebut dimulai pada pukul 5:30 pagi untuk menghindari kemacetan dan mencatat bahwa peserta dari Indonesia merupakan kelompok peserta terbesar.

Berdasarkan data yang dibagikan komunitas, 22 dari 94 tamu terdaftar (23,4%) adalah warga negara Indonesia, disusul warga Rusia sebanyak 14,9%, dan peserta dari negara berbahasa Inggris sebanyak 12,8%. Peserta lainnya mewakili berbagai kawasan, antara lain Asia Timur, Asia Selatan, Eropa, Afrika Utara, dan Amerika Latin.

Entourage Bali mengatakan demografi tersebut mencerminkan tujuannya untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang, bukan menciptakan komunitas eksklusif.

Kelompok ini juga mengatakan bahwa mereka secara teratur berkolaborasi dengan bisnis lokal dan badan amal di Bali sebagai bagian dari kegiatan mingguannya.

“Tujuan kami adalah membangun komunitas inklusif yang memberikan dampak positif bagi Bali,” tutup pernyataan tersebut.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.