Home Olahraga Christian Pulisic dapat menemukan mentor elit lainnya saat Milan mempertimbangkan kembali kembalinya...

Christian Pulisic dapat menemukan mentor elit lainnya saat Milan mempertimbangkan kembali kembalinya Thiago Silva sebagai alasan utama setelah kemunduran di Piala Dunia 2026

3
0



Christian Pulisic bisa segera melihat veteran lain tiba Milan Setelah Thiago SilvaTitik balik terakhir dalam karirnya. Bek asal Brasil ini menjadi pusat spekulasi besar menyusul pengumuman skuad Brasil untuk Piala Dunia, saat tim nasional bersiap menghadapi turnamen berat lainnya di bawah asuhan Carlo Ancelotti.

Pada saat yang sama, pencoretannya dari daftar 26 pemain terakhir Brasil memicu perdebatan baru di Eropa dan Amerika Selatan. Bek tengah berpengalaman ini berharap kembalinya dia ke sepak bola Eropa bersama Porto akan memberinya kesempatan terakhir di pentas internasional terbesar, namun keputusan itu akhirnya menjadi bumerang.

Brasil secara resmi mengonfirmasi skuadnya untuk Piala Dunia 2026 awal pekan ini, dan salah satu berita utama adalah absennya Silva. Bek berusia 41 tahun itu awalnya masuk dalam daftar 55 pemain awal Carlo Ancelotti, namun ia gagal lolos dari babak seleksi akhir menjelang turnamen di Amerika Utara.

Keputusan ini menutup pintu apa yang bisa menjadi penampilan Piala Dunia kelima yang bersejarah untuk bek veteran. Silva sebelumnya telah berpartisipasi dalam turnamen edisi 2010, 2014, 2018 dan 2022, menjadi kapten Brasil dalam beberapa kampanye tersebut.

Penampilan terakhir Thiago Silva untuk Brasil terjadi saat melawan Kroasia di perempat final Piala Dunia FIFA 2022.

Perjalanannya di Piala Dunia ditandai dengan pencapaian yang tak terlupakan dan kekecewaan yang menyakitkan. Silva menjadi kapten Brasil pada turnamen 2014 di kandang sendiri dan mencetak gol di perempat final melawan Kolombia, meskipun skorsing membuatnya absen dari kekalahan telak dari Jerman di semifinal.

Nasib Porto tidak cukup meyakinkan Brasil

Silva kembali ke Eropa awal tahun ini ketika Porto menawarinya kontrak jangka pendek setelah kepergiannya dari Fluminense. Keputusan ini memungkinkan dia untuk kembali ke klub tempat dia bermain lebih dari dua dekade lalu di awal karirnya. Selain itu, meski usianya sudah lanjut, bek veteran ini tetap tampil solid di Portugal.

Dia melakukannya 14 penampilanmembantu Porto mendapatkan Gelar Liga Primeiradan menjadi salah satu pemain terlama yang tampil untuk klub dalam sejarah modern. Pesan perpisahan resmi mereka menyoroti dampak yang diberikan pemain bertahan tersebut selama kunjungan singkatnya. “Terima kasih atas segalanya, Thiago. Pintu FC Porto akan selalu terbuka untukmu”, tulis pihak klub setelah mengonfirmasi kepergiannya.

Alasan utama Milan berubah pikiran

Setelah bintang berusia 41 tahun itu absen dalam skuad Piala Dunia, laporan dari Brasil menunjukkan bahwa Milan dengan cepat menghidupkan kembali minat mereka untuk membawanya kembali ke San Siro. Klub telah menjajaki kemungkinan tersebut pada musim panas lalu dan selama bursa transfer musim dingin, namun negosiasi tidak pernah menghasilkan kemajuan.

Kini situasinya tampak berbeda. Klub sedang mempersiapkan musim yang penuh tantangan dan akan melakukannya melihat kualitas kepemimpinan pemain Brasil, pengaruhnya di ruang ganti, dan pengalaman di level elit sebagai aset berharga bagi tim muda.

Menurut ESPN Brasil, Milan sudah menawarkan bek asal Brasil itu a Kontrak satu tahun hingga musim 2026-27. Kemungkinan reuni juga diperkuat oleh kedekatan Silva dengan Zlatan Ibrahimovic yang terus memainkan peran berpengaruh di balik layar klub Italia tersebut.

Thiago Silva dari FC Porto terlihat sedih

Bagaimana Christian Pulisic bisa mendapatkan keuntungan dari kedatangan Silva

Bagi Christian Pulisic, kedatangan Silva bisa memberikan sosok berpengalaman lainnya di ruang ganti pada tahap kritis proyek Rossoneri. Potensi kehadiran bek tengah berpengalaman itu bakal langsung menambah kewibawaan dan ketenangan lini belakang. Pengalamannya di Brasil, Milan, Paris Saint-Germain, Chelsea, Porto dan beberapa kampanye Piala Dunia juga bisa membantu para pemain muda tim.

Sang bek tetap menjadi salah satu sosok yang paling disegani di dunia sepakbola meski mendekati ulang tahunnya yang ke-42. Milan dilaporkan merasa bahwa kualitas-kualitas ini bisa menjadi sangat penting di musim di mana ekspektasi akan kembali meningkat secara signifikan.