Home Opini Spons dapur Anda melepaskan mikroplastik setiap kali Anda mencuci piring

Spons dapur Anda melepaskan mikroplastik setiap kali Anda mencuci piring

4
0


Spons dapur merupakan bahan pokok di sebagian besar rumah, namun spons juga dapat menjadi sumber polusi mikroplastik yang terabaikan. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Bonn meneliti berapa banyak partikel plastik kecil yang dilepaskan dari spons selama mencuci piring setiap hari dan apa dampak partikel tersebut terhadap lingkungan.

Hasilnya menunjukkan bahwa spons dapur menghilangkan sejumlah mikroplastik dari waktu ke waktu. Namun, para peneliti menemukan bahwa beban lingkungan terbesar yang terkait dengan mencuci piring dengan tangan bukanlah partikel plastik itu sendiri. Sebaliknya, penggunaan air menyumbang sebagian besar dampak keseluruhan.

Spons dapur sebagai sumber mikroplastik

Meskipun spons dapur digunakan setiap hari di jutaan rumah, perannya sebagai sumber mikroplastik relatif sedikit mendapat perhatian. Tim peneliti mulai mengukur jumlah plastik yang dilepaskan ketika spons rusak selama penggunaan normal dan menilai dampak lingkungan menggunakan penilaian siklus hidup (LCA).

Untuk mengumpulkan data yang realistis, penelitian ini menggabungkan pengujian laboratorium dengan ilmu pengetahuan warga. Rumah tangga di Jerman dan Amerika Utara secara sukarela menggunakan salah satu dari tiga jenis spons sebagai bagian dari rutinitas mencuci piring mereka, sambil mendokumentasikan cara penggunaan spons.

Para peneliti menimbang setiap spons sebelum dan sesudah digunakan untuk menentukan berapa banyak material yang hilang seiring waktu. Mereka juga melakukan eksperimen laboratorium terkontrol menggunakan sistem pengujian otomatis yang dikenal sebagai “SpongeBot”, yang meniru pengalaman stres mekanis yang dialami spons saat mencuci piring.

Berapa banyak mikroplastik yang dilepaskan spons?

Studi tersebut menemukan bahwa setiap spons menguji material yang hilang saat digunakan, yang menyebabkan pelepasan mikroplastik. Tergantung pada jenis sponsnya, emisi tahunan berkisar antara 0,68 gram hingga 4,21 gram mikroplastik per orang.

Spons yang terbuat dari plastik dalam jumlah sedikit melepaskan partikel yang jauh lebih sedikit dibandingkan spons yang terbuat dari lebih banyak plastik.

Ilmu pengetahuan warga memainkan peran penting dalam proyek ini karena para peserta menggunakan spons dalam kondisi dunia nyata di rumah. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk menangkap kebiasaan mencuci piring dan pola penggunaan yang realistis, sehingga menghasilkan perkiraan yang lebih tepat daripada yang dapat diberikan oleh pengujian laboratorium saja.

Konsumsi air mempunyai dampak lingkungan yang paling besar

Meskipun jumlah mikroplastik yang dilepaskan oleh satu spons mungkin tampak kecil, jumlah totalnya akan jauh lebih besar jika ditingkatkan. Para peneliti memperkirakan jika jenis spons tertentu digunakan di setiap rumah tangga di Jerman, emisi tahunan bisa mencapai 355 ton mikroplastik.

Sekalipun instalasi pengolahan air limbah menangkap sebagian besar partikel-partikel ini, beberapa ton masih bisa berakhir di sungai, danau, lautan, dan tanah setiap tahunnya.

Meski begitu, mikroplastik bukanlah penyebab utama kerusakan lingkungan dalam penelitian tersebut. Kajian lingkungan hidup menemukan bahwa sekitar 85 hingga 97 persen dari total dampak pencucian piring manual berasal dari konsumsi air. Dibandingkan dengan konsumsi air, emisi mikroplastik memberikan kontribusi yang jauh lebih kecil terhadap kerusakan ekosistem secara keseluruhan.

Bagaimana konsumen dapat mengurangi dampak lingkungannya

Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan konsumen untuk mengurangi dampak pencucian piring terhadap lingkungan:

  • Gunakan lebih sedikit air saat mencuci piring, karena ini memiliki manfaat terbesar bagi lingkungan.
  • Pilih spons dengan kandungan plastik rendah untuk mengurangi pelepasan mikroplastik.
  • Gunakan spons lebih lama, karena memperpanjang masa pakainya akan mengurangi konsumsi sumber daya secara keseluruhan.

Tim penelitian dan publikasi

Studi ini melibatkan peneliti dari Institut Biologi Organik (BIOB) di Universitas Bonn, Institut Fraunhofer untuk Teknologi Lingkungan, Keselamatan dan Energi UMSICHT dan Universitas Leiden.

Hasilnya dipublikasikan di Kemajuan lingkungan di kertas Dari wastafel ke laut: pelepasan mikroplastik dari spons dapur dan potensi dampaknya terhadap lingkungan oleh Leandra Hamann, Christina Galafton, Peter T.Rühr, Alexander Blanke dan Nils Thonemann.