Home Opini Medan magnet bisa menjadi rahasia pembentukan bintang biner

Medan magnet bisa menjadi rahasia pembentukan bintang biner

8
0


Banyak bintang yang lahir di awan gas dan debu yang luas di angkasa. Ketika sebagian dari awan ini runtuh karena gravitasi, maka terbentuklah daerah padat yang disebut inti awan molekuler, tempat bintang-bintang baru mulai terbentuk.

Pembentukan bintang sering kali terjadi secara berkelompok dan tidak terisolasi. Dalam beberapa kasus, dua bintang yang baru lahir berikatan secara gravitasi, menciptakan apa yang para astronom sebut sebagai sistem bintang biner. Pengamatan menunjukkan bahwa banyak dari sistem ini terbentuk sangat awal, sebelum bintang-bintang itu sendiri berkembang sepenuhnya. Namun, para peneliti telah lama berjuang untuk memahami bagaimana dua protobintang yang sedang tumbuh bisa berada cukup dekat untuk menjadi pasangan biner dalam waktu sesingkat itu.

Simulasi mengungkapkan pentingnya medan magnet

Untuk menyelidiki misteri ini, para peneliti melakukan simulasi lanjutan menggunakan beberapa superkomputer, termasuk sistem ATERUI III milik Observatorium Astronomi Nasional Jepang dan pendahulunya, ATERUI II.

Hasilnya menunjukkan bahwa medan magnet yang melewati gas di sekitarnya dapat membantu mendekatkan protobintang. Interaksi antara medan magnet dan gas menghilangkan momentum sudut pasangan tersebut, memungkinkan kedua benda bergerak ke dalam dan membentuk sistem biner dalam jangka waktu yang realistis.

Simulasi tersebut juga menyoroti pentingnya medan magnet dalam proses tersebut. Dalam pengujian yang sepenuhnya mengecualikan medan magnet, protobintang bergerak semakin menjauh, bukan semakin berdekatan.

Kemungkinan implikasinya terhadap penggabungan lubang hitam

Para peneliti menemukan bahwa mekanisme serupa dapat bekerja pada sistem yang jauh lebih besar. Lubang hitam biner masif yang terletak di pusat galaksi baru yang kaya gas juga dapat kehilangan momentum sudut karena interaksi yang melibatkan medan magnet.

Proses seperti itu bisa membantu menjelaskan bagaimana pasangan lubang hitam raksasa datang cukup dekat dan akhirnya bergabung. Penggabungan ini dianggap sebagai langkah penting dalam pembentukan lubang hitam supermasif setelah galaksi bertabrakan dan bergabung.

Simulasi langsung evolusi jangka panjang lubang hitam biner masif masih sulit dihitung karena rentang waktu yang sangat lama. Oleh karena itu, para peneliti mengatakan studi tambahan akan diperlukan untuk mengetahui sepenuhnya bagaimana medan magnet memengaruhi perilaku dan penggabungan objek-objek ekstrem ini.