Para mahasiswa pengunjuk rasa secara terbuka meminta maaf kepada jurnalis Kapil Raut. Pada tanggal 20 Juli, selama agitasi Jantar Mantar yang dipimpin oleh Partai Cafard Janta, para demonstran mengepung jurnalis tersebut dan diduga mencelanya.
Permintaan maaf tersebut muncul setelah protes yang dipimpin CJP berhasil diselesaikan. Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri pada 25 Juli.
Video viral menunjukkan para pengunjuk rasa mengungkapkan penyesalannya setelah gerakan tersebut berakhir. Mereka mengakui bahwa tindakan mereka sebelumnya terhadapnya salah. Reporter itu menerima permintaan maaf mereka dan mengakhiri semuanya dengan damai. Seorang pengunjuk rasa bertopeng kecoa menjabat tangan Raut dan meminta maaf.
Jawaban cepat atas pertanyaan-pertanyaan kunci
•5 PERTANYAAN
Permintaan maaf tersebut dipicu oleh insiden saat protes di mana beberapa mahasiswa pengunjuk rasa diduga mencela Kapil Raut. Setelah agitasi mereka berhasil, mereka menyatakan penyesalan atas perilaku mereka.
CJP menarik protes dengan itikad baik setelah menerima jaminan dari pemerintah mengenai tuntutan utamanya, termasuk pengunduran diri Dharmendra Pradhan dan komitmen lain terkait dengan calon NEET.
Pengguna media sosial mempunyai reaksi beragam, banyak yang mengapresiasi para siswa yang meminta maaf, mengatakan bahwa hal itu menunjukkan kedewasaan dan rasa hormat, sementara yang lain mengkritik insiden awal yang gaduh tersebut.
Meskipun pendapatnya berbeda-beda, banyak yang percaya bahwa meminta maaf atas perilaku yang tidak pantas dalam sebuah protes adalah sebuah bentuk tanggung jawab, terutama jika hal tersebut membantu menjaga rasa hormat antara masyarakat dan media.
Pemerintah setuju untuk mencabut FIR terhadap para pengunjuk rasa, memberikan kompensasi kepada keluarga calon NEET yang meninggal karena bunuh diri dan melanjutkan diskusi mengenai reformasi pendidikan yang lebih luas, yang menyebabkan pengunduran diri Dharmendra Pradhan.
Salah satu pengunjuk rasa berkata: “Kami sangat terkesan dengan kesabaran yang Anda tunjukkan saat ini. »
Banyak siswa mengatakan mereka menjadi “penggemar” setelah kejadian tersebut.
Wartawan itu terlihat bersalaman dengan mahasiswa bahkan memeluk beberapa di antara mereka.
“Tidak apa-apa. Mereka protes. Tidak ada yang berperilaku buruk. Semua orang baik-baik saja,” kata Raut.
Reaksi beragam atas insiden yang melibatkan jurnalis dan beberapa mahasiswa pengunjuk rasa. Beberapa orang percaya bahwa hal ini dapat dibenarkan, mengingat tingginya kemarahan di kalangan anak muda terhadap media arus utama.
Yang lain dengan tajam mengkritik dugaan pelecehan tersebut. Mereka menyebut tindakan tersebut tercela dan mengatakan hal itu tidak adil bagi jurnalis tersebut karena “dia hanya melakukan tugasnya.”
Pengguna media sosial
Pengguna media sosial bereaksi terhadap permintaan maaf publik.
“Permintaan maaf itu penting – saya senang melihat para siswa mau maju,” tulis seseorang.
“Rasa hormat yang diperbarui – dari trolling hingga permintaan maaf,” tulis yang lain.
Pengguna lain berkomentar: “Penting untuk menunjukkan rasa hormat kepadanya karena dia adalah orang yang sangat adil. Dia adalah pahlawan dalam keluarganya.”
Seorang pengguna memposting: “Ini adalah nilai-nilai India yang harus kita pelihara, tumbuhkan, kembangkan, dan bangun. »
“Ini adalah masyarakat yang beradab!! Jika Anda melakukan kesalahan, akui, minta maaf, dan lanjutkan hidup!! Pemerintah ini perlu belajar dari anak-anak ini!!!” datang yang lain.
Pengguna lain menjawab: “Ini adalah kepekaan yang kita semua butuhkan dari para pemimpin kita juga! Orang-orang membuat kesalahan ketika mereka sedang gelisah tetapi harus selalu tahu apa yang salah dan apa yang benar. Mengambil tindakan korektif bukanlah tanda kelemahan!”
Semua stasiun di jaringan Metro Delhi melanjutkan layanan penumpang normal pada hari Minggu setelah Cockroach Janata Party (CJP) mengakhiri agitasinya di Jantar Mantar, mengakhiri pembatasan keamanan selama berhari-hari dan penutupan stasiun secara mengejutkan di pusat kota Delhi.
Akhir dari demonstrasi CJP
Delhi Metro telah membuka kembali gerbang masuk dan keluar semua stasiun. Hal ini menyusul pembatasan selama berhari-hari di 18 stasiun kereta api pusat di Delhi.
Layanan internet seluler juga dipulihkan di sekitar Jantar Mantar kemudian. Akses ditangguhkan selama protes NEET-UG. Barikade keamanan di luar stasiun-stasiun besar telah dihilangkan seluruhnya.
CJP menegaskan bahwa mereka telah menarik agitasinya setelah mendapat jaminan dari pemerintah. Juru bicara Saurav Das mengatakan mereka yakin persyaratan yang disepakati akan dihormati.
Hal ini menyusul pengunduran diri Dharmendra Pradhan sebagai Menteri Pendidikan Serikat. Pemerintah telah setuju untuk memberikan kompensasi kepada calon NEET yang meninggal karena bunuh diri. Dia juga memastikan penarikan FIR terhadap berbagai pengunjuk rasa di seluruh negeri.
Menteri Persatuan JP Nadda menegaskan menerima tuntutan utama para pengunjuk rasa. Pralhad Joshi sekarang memegang jabatan tambahan di Kementerian Pendidikan.






















