Home Opini Lokasi lama Red Lobster Florida akan ditutup setelah 56 tahun beroperasi

Lokasi lama Red Lobster Florida akan ditutup setelah 56 tahun beroperasi

3
0


Sebuah restoran Red Lobster yang sudah lama berdiri di Amerika Serikat akan tutup minggu ini, menandai berakhirnya bisnisnya selama 56 tahun. Jaringan restoran makanan laut ini menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk proses kebangkrutan pada tahun 2024 dan penutupan sekitar 130 gerai di seluruh negeri.

Perusahaan kini telah mengonfirmasi bahwa lokasinya di Tallahassee, Florida akan ditutup secara permanen pada hari Minggu, 24 Mei.

Sebuah toko bersejarah di Florida selamat dari gelombang kebangkrutan

Cabang Tallahassee memiliki keunggulan sebagai restoran Red Lobster yang paling lama beroperasi dan sebelumnya berhasil bertahan dari penutupan terkait kebangkrutan perusahaan.

Pada puncak proses restrukturisasi, jaringan tersebut menutup 17 restoran di seluruh Florida.

Ketika perusahaan berusaha untuk melakukan perubahan di bawah manajemen baru dan reformasi operasional, toko Tallahassee juga berusaha untuk mengubah dirinya.

Direktur pelaksana barunya, Nicholas Southerland, sebelumnya telah mendesak pelanggan untuk mendukung restoran tersebut meskipun ada ketidakpastian seputar masa depan merek tersebut.

Baca juga | Dia memulai sebagai pelayan di sebuah restoran Amerika pada usia 15 – dia sekarang memiliki seluruh bisnis.

“Segala sesuatunya telah berubah; beri kami kesempatan,” kata Southerland kepada para tamu saat itu.

“Komunitas kami layak mendapat tempat untuk dikunjungi”

Berbicara tentang upayanya untuk menghidupkan kembali restoran tersebut, Southerland mengatakan dia ingin outlet tersebut kembali menjadi tempat berkumpulnya warga sekitar.

“Komunitas kami berhak mendapatkan tempat untuk datang dan menikmati serta bisa menghabiskan waktu bersama,” katanya kepada The Sun.

“Saya ingin melihat sebuah restoran di tengah masyarakat beroperasi kembali. Saya ingin membantu menghidupkannya kembali.”

Restoran tersebut kemudian memperkenalkan menu yang diperbarui sebagai bagian dari upaya perubahan haluan perusahaan yang lebih luas, didukung oleh investasi $60 juta dari para pendukungnya. Namun, langkah-langkah ini pada akhirnya gagal menjamin masa depan titik penjualan dalam jangka panjang.

Baca juga | Memesan meja di restoran favorit Anda kini semakin mudah

Pelanggan bereaksi dengan kaget secara online

Kabar penutupan tersebut memicu reaksi emosional di media sosial, di mana banyak pelanggan mengungkapkan kekecewaannya.

“Tolong beritahu saya bahwa ini tidak benar,” tulis seseorang, sementara yang lain berkomentar bahwa “sedih mendengarnya.”

Penutupan ini juga menghidupkan kembali diskusi seputar bekas properti Red Lobster lainnya di Amerika Serikat.

Situs kosong di San Diego memicu frustrasi

Sebuah properti Red Lobster yang kosong di San Diego, California, baru-baru ini menuai kritik dari warga dan pemilik bisnis setelah tidak digunakan selama hampir dua tahun.

Baca juga | AI Chef Menjalankan Restoran Dubai dan Menyajikan Hati Dinosaurus: Periksa Berapa Biaya Makan Malam

Tidak seperti beberapa lokasi bekas Red Lobster lainnya yang telah diambil alih oleh pengecer baru, lokasi di San Diego tetap utuh.

Laporan menunjukkan masa sewa manajer properti berlangsung hingga tahun 2028, setelah itu rencana pembangunan kembali diperkirakan akan dilanjutkan.

Para pebisnis dan penduduk lokal dilaporkan menuntut “kejelasan” dan mengatakan bahwa mereka “tidak tahu apa-apa” mengenai masa depan situs tersebut.