Home Dunia Bali menjadi pusat parfum dan aromaterapi global

Bali menjadi pusat parfum dan aromaterapi global

12
0


Kementerian Perindustrian RI sedang melakukan percepatan endorsement minyak atsiri dalam negeri melalui pengembangan Pusat Flavour and Fragrance Bali (Pusat Flavour and Fragrance Bali atau PFF Bali).

Pusat ini dirancang untuk menjadi pusat inovasi, pelatihan dan inkubasi bisnis yang berfokus pada produk wewangian, aromaterapi, dan kesehatan yang berbahan dasar bahan-bahan alami.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain global dalam industri penyedap rasa, wewangian, dan kesehatan karena kekayaan keanekaragaman hayati dan minyak atsiri yang melimpah.

“Pembangunan Bali Flavour and Fragrance Center merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat daya dukung minyak atsiri dalam negeri agar tidak hanya diekspor sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti parfum, aromaterapi, produk spa, kosmetik, dan produk rumah tangga berbahan alami,” kata Kartasasmita dalam keterangannya, Senin, 11 Mei.

Sejak didirikan, Bali Flavour and Fragrance Center telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan sertifikasi, antara lain pelatihan thermal oil blend bagi 40 pekerja migran Indonesia untuk industri wellness internasional, serta magang di Maladewa. Selain itu, tersedia pelatihan pencampuran parfum dan aromaterapi, serta kursus mini “Create Your Scent” dengan Spa Factory Bali.

Selain itu, pada tahun 2026, Bali Flavor and Fragrance Center diharapkan dapat menyelenggarakan beberapa program pelatihan baru, antara lain pembuatan parfum, pembuatan sabun aromaterapi, pembuatan lilin aromaterapi, dan produksi dupa minyak atsiri.

Kementerian Perindustrian RI meyakini pengembangan industri penyedap rasa dan wewangian nasional memerlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku ekonomi untuk menciptakan rantai industri yang berkelanjutan.

Plt Direktur Jenderal Agribisnis Putu Juli Ardika mengatakan Bali Flavours and Fragrances Center diharapkan dapat menjadi katalis pengembangan industri nasional. Pengembangan pusat tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan sumber daya manusia dan penguatan jaringan industri.

“Bali Flavor and Fragrance Center diharapkan dapat menjadi katalis bagi berkembangnya industri penyedap dan wewangian nasional berbasis minyak atsiri Indonesia. Melalui fasilitas ini, kami berupaya menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya saing di pasar domestik dan global,” pungkas Ardika.