CANGGU, Bali – Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan jalur taksi air yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu seiring dengan semakin parahnya kemacetan di kawasan wisata populer tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, video yang menunjukkan lalu lintas padat di Canggu telah tersebar luas di media sosial, dan banyak wisatawan dan penduduk mengeluhkan penundaan yang lama di jalan menuju ke daerah tersebut. Kemacetan lalu lintas sangat parah di sepanjang jalan sempit “Pintasan Canggu”, yang sering mengalami kemacetan pada jam-jam sibuk.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan, rencana layanan taksi air ini diharapkan bisa menjadi alternatif pilihan transportasi bagi pemudik menuju Canggu dari bandara.
“Jalur taksi laut ini perlu dan sudah direncanakan, sehingga masyarakat yang berangkat dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu bisa langsung menuju ke sana melalui jalur laut, dan tidak bergantung sepenuhnya pada angkutan darat,” kata Giri usai Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin, 18 Mei 2026.
Rencana tersebut muncul ketika kemacetan lalu lintas di Canggu terus menimbulkan keluhan luas di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata dan peningkatan jumlah kendaraan di daerah tersebut.
Giri yang sebelumnya menjabat Bupati Badung mengakui upaya penyelesaian kemacetan di Canggu belum sepenuhnya efektif.
Menurut dia, pelebaran jalan di sekitar jalan pintas Canggu sulit dilakukan karena terbatasnya ketersediaan lahan dan keberadaan tempat suci dan pura keluarga Hindu di dekat pinggir jalan.
“Sejak saya menjabat, saya baru mampu menyelesaikan satu proyek jalan pintas, itupun belum maksimal karena kondisi jalan sudah terbatas. Juga tidak bisa diperluas lagi karena ada tempat suci Hindu dan pura keluarga yang tidak bisa dipindahkan begitu saja,” ujarnya.
Dalam proyek tersebut, Pemprov Bali bekerja sama dengan Pemkab Badung dan pemerintah pusat berencana mengembangkan beberapa titik persinggahan di sepanjang jalur taksi air.
Menurut Giri, bangunan tersebut harus berfungsi sebagai titik transit bagi penumpang dan pemecah gelombang untuk membantu mengurangi dampak gelombang di sepanjang garis pantai.
Pihak berwenang berharap jalur laut ini dapat mengurangi tekanan pada jalan-jalan padat menuju Canggu, yang telah menjadi salah satu pusat wisata tersibuk di Bali dalam beberapa tahun terakhir.
Bersamaan dengan proyek taksi air, Pemprov Bali menyatakan akan terus mengembangkan infrastruktur jalan di beberapa wilayah lain di pulau itu, termasuk rencana proyek underpass di Jimbaran dan Tohpati.
Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.






















