Prancis mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah memanggil duta besar Rusia setelah serangkaian serangan Rusia terhadap warga sipil Ukraina dan jatuhnya pesawat tak berawak di sebuah gedung di Rumania.
Pesawat tak berawak itu menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di Rumania, negara anggota NATO dan UE, Jumat pagi, melukai dua orang. NATO dan Uni Eropa mengutuk insiden tersebut, yang menandai pertama kalinya sebuah pesawat tak berawak menabrak sebuah bangunan tempat tinggal di luar Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada tahun 2022.
“Eskalasi baru yang tidak bertanggung jawab ini, yang dilakukan dengan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, sekali lagi menunjukkan bahwa perang agresi Rusia merupakan ancaman terhadap keamanan Eropa dan NATO secara keseluruhan,” kata Kementerian Luar Negeri Prancis.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan sebelumnya bahwa Moskow telah menargetkan “negara Uni Eropa dan negara NATO.”
“Saya ingin mengutuk tindakan tidak bertanggung jawab yang dilakukan Rusia ini,” kata Barrot kepada France Inter.
Prancis juga mengecam seruan Rusia agar warga sipil dan orang asing meninggalkan Kyiv, dengan mengatakan pihaknya telah memberi tahu duta besar Rusia bahwa “Prancis akan tetap berada di Kyiv.”






















