Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak akan menyerah pada pelanggaran gencatan senjata menyusul serangan AS.
“Perang tentu bukan untuk kepentingan negara, tapi kalau mereka mengira dengan melanggar martabat kita, wilayah kita, dan tanah air kita, kita akan menyerah atau mundur, biarlah mereka hanya memimpikannya,” ujarnya dalam pidatonya.
Pezeshkian juga merujuk pada Gaza, dengan mengatakan bahwa mereka “tidak dapat memaksa… suatu wilayah kecil untuk menyerah setelah tiga tahun,” dan menambahkan bahwa mereka juga tidak akan dapat melakukan hal yang sama terhadap Teheran.
“Mereka tidak akan berhasil memaksa Iran untuk menyerah dengan ancaman mereka, dan saya pasti tidak akan menyerah.”
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Rabu bahwa Iran harus keluar dari “negara tanpa perang dan perdamaian” setelah bentrokan malam itu. pic.twitter.com/t3lJyDS3K2
– Middle East Eye (@MiddleEastEye) 11 Juni 2026






















