Ousmane Dembele terkejut dengan kritik “tidak adil” terhadap Kylian Mbappé yang menurutnya sudah keterlaluan.
Mbappe telah mencetak 42 gol dalam 44 pertandingan di semua kompetisi untuk Real Madrid pada 2025-26.
Namun, Los Blancos menyelesaikan musim tanpa trofi besar, dengan dua pelatih (Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa) dipecat. José Mourinho resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Madrid awal pekan ini.
Di antara pemain di lima liga top Eropa, hanya Harry Kane (61) yang mencetak gol klub lebih banyak daripada Mbappé selama musim ini, namun bintang Prancis itu tetap dikritik oleh beberapa pihak di Madrid.
Ada laporan mengenai keretakan antara Mbappe dan staf pelatih mengenai cedera yang dialami sang striker, karena ia sering diejek oleh penggemar Madrid, dan petisi agar dia meninggalkan klub bahkan diluncurkan.
Situasi ini membuat Dembele, pemenang Ballon d’Or tahun lalu, kebingungan.
“Kritik terhadapnya sangat, sangat tidak adil. Beberapa orang bertindak terlalu jauh dalam mengkritik Kylian,” kata Dembele kepada Marca.
“Dia adalah pemain yang luar biasa dan orang yang sangat baik di luar lapangan. Beberapa orang membesar-besarkan kritik karena dia adalah Kylian Mbappe. Mereka seharusnya tidak terus mengejarnya.
“Entah dia mengikat tali sepatunya atau tidak, menarik kaus kakinya atau tidak. Itu keterlaluan. Dia tetap manusia biasa. Di tim Prancis, dia sangat baik bersama kami, dia seorang pemimpin.”
Fokus Mbappé kini tertuju pada Piala Dunia karena ia bertujuan untuk menjadi ujung tombak tim Prancis yang difavoritkan untuk memenangkan turnamen tersebut.
Menurut superkomputer Opta, hanya Spanyol (16,3%) yang memiliki peluang lebih besar untuk meraih trofi dibandingkan The Blues (13,5%).
Seperti Mbappe, Dembele telah memenangkan Piala Dunia, menjadi bagian dari tim Prancis yang menang pada tahun 2018.
Prancis juga mencapai final pada tahun 2022, menghadapi Argentina asuhan Lionel Messi, dengan Mbappe mencetak hat-trick di pertandingan tersebut.






















