Home Olahraga FIFA menuntut penjelasan atas isyarat tangan kepala VAR Shaun Evans di Piala...

FIFA menuntut penjelasan atas isyarat tangan kepala VAR Shaun Evans di Piala Dunia

4
0


FIFA menuntut penjelasan setelah isyarat tangan yang dibuat oleh asisten video wasit Shaun Evans sebelum kemenangan 7-1 Jerman atas Curacao pada hari Minggu di Piala Dunia.

Sebelum pertandingan, FIFA sempat menampilkan wasit dan ofisial VAR sebagai bagian dari liputan siaran globalnya. Wasit berjalan ke pinggir lapangan, dengan nama dan peran mereka ditampilkan, sementara petugas VAR ditunjukkan di pusat wasit Dallas.

Di ruang VAR pada Minggu, Evans terlihat berdiri dengan tangan ke bawah sebelum membuat tanda “OK” terbalik dengan jari tangan kanannya menghadap kamera.

Isyarat tersebut memiliki dua arti yang diketahui secara luas: yang satu tidak berbahaya dan yang lainnya terkait dengan kelompok supremasi kulit putih sayap kanan, yang telah memicu kekhawatiran dan perdebatan di dunia maya.

Insiden tersebut dengan cepat memicu spekulasi di media sosial, dan banyak yang mempertanyakan maksud dan tujuannya.

BBC Sport menyatakan telah menghubungi FIFA beberapa kali untuk meminta klarifikasi, namun belum mendapat tanggapan resmi. Namun, sumber mengatakan FIFA kini mencari jawaban dari pejabat Australia tersebut.

Usai pertandingan, ada perubahan nyata dalam cara tayangan VAR tim di televisi. Pada tiga pertandingan berikutnya, para ofisial tidak lagi terlihat berpose di depan kamera dan terlihat sudah menghadap monitor, meski nama mereka tetap muncul di layar.

Langkah tersebut juga memicu kekhawatiran dari kelompok anti-diskriminasi. Jaringan Fare, yang bekerja sama dengan FIFA dan UEFA, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki masalah ini.

“Pendapat para ahli kami adalah bahwa isyarat yang digunakan jelas menyerupai simbol tangan ‘OK’ terbalik yang digunakan sebagai simbol ‘kekuatan kulit putih’ di kalangan sayap kanan global,” kata Fare.

Kick It Out, organisasi anti-rasis lainnya, juga dilaporkan telah menulis surat kepada FIFA untuk meminta klarifikasi.

Evans, 38, telah menjadi wasit yang terdaftar di FIFA sejak 2017 dan sebelumnya memimpin Piala Dunia 2022 di Qatar. Ia juga aktif di A-League Australia sejak 2012 dan menjadi wasit grand final liga tersebut pada tahun 2019.

FIFA belum menjelaskan alasan perubahan cara penyajian VAR pasca insiden tersebut.