Sebuah pesawat pembom B-52 Stratofortress Angkatan Udara A.S. jatuh tak lama setelah lepas landas pada hari Senin, 15 Juni, di Pangkalan Angkatan Udara Edwards di Gurun Mojave Kalifornia Selatan, memicu tanggap darurat dan penghentian sementara operasi penerbangan, kata para pejabat.
Pangkalan Angkatan Udara Edwards mengkonfirmasi kejadian tersebut di media sosial, mengatakan pesawat itu jatuh sekitar pukul 11:20 waktu setempat.
“Sebuah B-52 Stratofortress Angkatan Udara AS jatuh tak lama setelah lepas landas di Edwards Airfield pada pukul 11:20,” kata pangkalan itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook.
Dia menambahkan, tim darurat segera dikerahkan ke lokasi kecelakaan dan operasi terus berlanjut.
Tanggap darurat sedang berlangsung
Angkatan Udara mengatakan tim penyelamat bergegas ke lokasi kejadian segera setelah kecelakaan itu terjadi, namun belum ada konfirmasi mengenai korban atau kondisi awaknya.
Para pejabat juga mengatakan lapangan terbang ditutup tak lama setelah kejadian tersebut dan semua pesawat yang tiba dialihkan sebagai tindakan pencegahan.
Video dari lokasi tersebut menunjukkan kepulan asap hitam tebal membubung dari gurun dekat pangkalan.
Sore tadi, akses pengunjung non-komersial ke pangkalan tersebut ditangguhkan untuk memungkinkan tim darurat fokus pada operasi pembendungan dan respons.
Pembom strategis terlibat
Pesawat yang terlibat diidentifikasi sebagai Boeing B-52 Stratofortress, sebuah pembom strategis jarak jauh yang beroperasi sejak tahun 1950an.
B-52 biasanya dioperasikan oleh lima awak dan mampu membawa senjata konvensional dan nuklir. Pesawat ini dapat membawa muatan sekitar 70.000 pon, termasuk bom konvensional, amunisi berpemandu presisi, rudal jelajah, dan senjata nuklir. Rudal ini memiliki jangkauan tempur hingga 8.800 mil dan telah dikerahkan di beberapa konflik, termasuk Vietnam, Irak, Afghanistan dan operasi baru-baru ini di Timur Tengah.
Operasi Pangkalan Angkatan Udara Edwards
Pangkalan Angkatan Udara Edwards, terletak sekitar 60 mil sebelah utara Los Angeles, adalah fasilitas pengujian dan pengembangan utama Angkatan Udara AS.
Pangkalan tersebut, yang dioperasikan oleh Test Wing ke-412, mengevaluasi pesawat, sistem senjata, dan teknologi pertahanan sepanjang siklus hidupnya. Tempat ini juga penting secara historis karena merupakan tempat pilot Chuck Yeager pertama kali memecahkan penghalang suara pada tahun 1947.
Investigasi diharapkan
Pihak berwenang belum merilis rincian tentang penyebab kecelakaan itu atau apakah ada korban jiwa atau cedera. Investigasi ditunggu sementara operasi darurat berlanjut di lokasi tersebut.






















