Kantor Kakao Games di Pangyo, Provinsi Gyeonggi / Atas perkenan Kakao Games
Kakao Games Corp mengatakan belum ada keputusan yang diambil mengenai kemungkinan merger dengan Line Games Corp., sebuah perusahaan penerbitan game di bawah perusahaan teknologi Jepang LY Corp., pada rapat pemegang saham yang diadakan Senin.
“Belum ada yang diputuskan mengenai merger. Tapi bisa dibilang akan ada kemitraan bisnis,” kata chief financial officer (CFO) perusahaan game tersebut, merujuk pada game mobile SMiniz yang dibuat dalam kemitraan antara Line Games dan SM Entertainment.
Pengamat pasar banyak berspekulasi bahwa Kakao Games bisa merger dengan Line Games, setelah pemegang saham terbesarnya digantikan oleh perusahaan berorientasi investasi bernama LAAA Investment yang didukung oleh LY Corp., atau Line Yahoo, sejak pekan lalu.
LAAA Investment juga berpartisipasi dalam peningkatan modal dan penerbitan obligasi konversi dengan nilai total 300 miliar won ($200,4 juta).
CFO Kakao Games mengatakan perusahaan berencana memasuki pasar baru, khususnya kawasan Asia Tenggara, dan mengatakan Line telah mulai mendapatkan pijakan yang kuat di pasar seluler.
“Kami berencana menargetkan pasar baru dengan cara yang mirip dengan pengalaman sukses Kakao Games,” kata eksekutif tersebut.
Juga pada hari Senin, perusahaan game tersebut menyetujui resolusi untuk menunjuk Kim Tae-hwan, wakil presiden Line Games, dan Lee Si-woo, chief business officer Kakao Games, sebagai direktur internal.
Kim dan Lee akan mengambil alih sebagai co-CEO Kakao Games, setelah mendapat persetujuan dari dewan direksi.






















