Iran dan Amerika Serikat telah saling serang selama dua hari terakhir, peningkatan terburuk sejak penandatanganan perjanjian perdamaian sementara yang bertujuan mengakhiri perang empat bulan mereka.
Kedua belah pihak saling menuduh melanggar perjanjian setelah serangan terhadap kapal kargo pada hari Kamis, yang memicu terjadinya baku tembak terbaru. Amerika menyalahkan Iran atas serangan itu.
Sebuah kapal tanker minyak juga terkena proyektil di Selat Hormuz pada hari Sabtu, kata Badan Keamanan Maritim Inggris.
Kapal tersebut mengalami kerusakan pada deknya, namun seluruh awak dinyatakan selamat dan tidak tercatat adanya kerusakan lingkungan, kata badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO).
Pusat Informasi Maritim Gabungan, sebuah koalisi angkatan laut yang melindungi pelayaran komersial, mengatakan pihaknya telah meningkatkan tingkat ancaman keamanannya menyusul insiden baru-baru ini.
Pada hari Sabtu, Iran mengumumkan telah melancarkan serangan “defensif” terhadap sasaran militer yang terkait dengan Amerika Serikat sebagai tanggapan atas serangan udara Amerika di pantai selatannya sehari sebelumnya.






















