Penuntut dalam kasus pembunuhan agen real estate Ketan Agarwal yang berbasis di Pune pada hari Jumat meminta perpanjangan tiga hari dalam tahanan polisi terhadap dua terdakwa utama, Siya Goyal dan Chetan Chaudhary, dengan alasan bahwa interogasi lebih lanjut diperlukan untuk memecahkan kode dugaan pesan berkode yang diperoleh dari ponsel mereka.
Percakapan berkode Siya dan Chetan ditemukan, jaksa meminta perpanjangan tiga hari
Menurut kantor berita PTI, Goyal dan Chaudhary diadili di hadapan Hakim Pengadilan Kelas Satu AM Vibhute setelah masa tahanan polisi mereka berakhir. Kedua pria tersebut dituduh membunuh Agarwal dengan mendorongnya keluar dari Benteng Lohagad, sebuah tujuan wisata populer di dekat Pune, pada 18 Juni.
Untuk meminta perpanjangan masa tahanan, jaksa mengatakan kepada pengadilan bahwa penyelidik telah menemukan bukti digital yang menunjukkan bahwa kedua terdakwa berkomunikasi menggunakan simbol, nama panggilan, dan bahasa kode yang hanya dapat diuraikan dengan bantuan mereka.
Wakil jaksa penuntut umum Rajashree Virkud mengatakan kepada pengadilan bahwa penyelidik juga melakukan panchnama di tempat di mana Goyal dan Chaudhary diduga sedang melatih rencana untuk membunuh Agarwal.
“Penyidik juga melakukan panchnama di tempat Goyal dan Chaudhary diduga berlatih cara membunuh Agarwal,” kata Virkud seperti dikutip.
Dia lebih lanjut memberi tahu pengadilan bahwa polisi telah menemukan ponsel lain yang diduga milik Goyal dan mengirimkannya ke Laboratorium Ilmu Forensik (FSL) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Data dari ponsel-ponsel yang disita sebelumnya telah ditemukan dan penyidik telah menerima laporan forensik. Percakapan yang ditemukan tersebut mengandung bahasa kode, termasuk nama panggilan dan emoji yang artinya hanya dapat dijelaskan oleh terdakwa,” ujarnya.
Polisi menuduh bahwa Goyal dan Chaudhary berkonspirasi untuk membunuh Agarwal dan melaksanakan rencana tersebut saat berkunjung ke Benteng Lohagad di distrik Pune. Penyidik menduga terdakwa melakukan latihan sebelum kejadian, sebuah tuduhan yang menjadi bagian penting dari kasus penuntutan untuk penahanan lebih lanjut.
Jaksa berargumen bahwa meskipun analisis forensik mengungkap adanya pertukaran kode di antara para terdakwa, para penyelidik memerlukan lebih banyak waktu untuk menentukan makna dan konteks pesan-pesan tersebut, yang terbukti penting dalam menetapkan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian Agarwal.
Pengadilan mendengarkan permohonan jaksa untuk meminta perpanjangan penahanan polisi setelah berakhirnya masa penahanan pra-persidangan awal. Proses lebih lanjut dalam kasus ini sedang berlangsung pada saat penulisan.
Ketan Agarwal meninggal setelah dilaporkan diusir dari Benteng Lohagad pada 18 Juni, dan penyelidikan atas kematiannya terus berlanjut.






















