Home Ekonomi Gubernur Bali menolak klaim kelebihan kapasitas bandara

Gubernur Bali menolak klaim kelebihan kapasitas bandara

5
0


DENPASAR, Bali — Gubernur Bali Wayan Koster membantah tuduhan bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah melebihi kapasitasnya, dengan mengatakan bahwa satu-satunya bandara internasional di pulau itu masih dapat menampung semakin banyak penumpang jika pengoperasiannya dikelola dengan lebih efisien.

Berbicara pada Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah Bali, Senin, Koster mengatakan tantangan bandara saat ini bukan disebabkan oleh kendala kapasitas melainkan inefisiensi operasional.

“Bandara Ngurah Rai sebenarnya tidak overcapacity. Masalahnya, pengelolaannya belum optimal sehingga membuat operasional kurang efisien. Ini yang perlu ditingkatkan,” kata Koster.

Menurut Koster, operator bandara Angkasa Pura telah menyiapkan beberapa rencana untuk meningkatkan akses bandara dan mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar fasilitas tersebut.

Usulan tersebut antara lain meningkatkan konektivitas jalan dari kawasan wisata populer di Kabupaten Badung, antara lain Canggu, Seminyak, dan Legian.

Dia juga menyoroti usulan layanan taksi air yang menghubungkan bandara ke Canggu, sebuah proyek yang dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan Indonesia untuk memberikan alternatif transportasi jalan raya kepada wisatawan.

Selain akses bandara, Koster mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang telah lama tertunda, karena proyek tersebut penting untuk meningkatkan pergerakan barang di seluruh Bali.

Dia mengatakan, diskusi dengan Komisi V DPR RI mengindikasikan proyek tersebut harus memasuki proses tender pada Desember mendatang. Koster menambahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan permasalahan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Agus Harimurti Yudhoyono.

Dia mengatakan jalan tol akan sangat penting untuk transportasi barang dan dapat membantu menghindari kemacetan parah yang terjadi pada hari libur besar.

“Ini perlu menjadi prioritas, khususnya bagi kendaraan logistik. Pada musim libur tahun ini, antrian mencapai sekitar 20 kilometer saat mudik lebaran bertepatan dengan Nyepi. Ini menjadi salah satu prioritas infrastruktur utama di Bali,” kata Koster.

Koster juga menyoroti beberapa prioritas infrastruktur lainnya untuk pulau ini, termasuk peningkatan akses jalan ke utara, timur dan barat Bali, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang dan kemajuan proyek Bali Waste-to-Energy (WEF).

Selain infrastruktur, rapat koordinasi tersebut membahas beberapa permasalahan utama yang dihadapi provinsi ini, antara lain pengelolaan sampah, kemacetan lalu lintas, ketersediaan air minum dan upaya memperkuat kemandirian energi Bali.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca diundang untuk menghubungi tim editorial untuk klarifikasi apa pun.