Home Ekonomi BNN mengungkap jaringan farmasi Rusia di balik laboratorium mephedrone Bali

BNN mengungkap jaringan farmasi Rusia di balik laboratorium mephedrone Bali

3
0


JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut jaringan narkoba Rusia berada di belakang laboratorium rahasia mephedrone yang ditemukan di Gianyar, Bali, tempat pihak berwenang menyita hampir 8 kilogram narkotika sintetis serta prekursor kimia yang digunakan dalam produksinya.

Berbicara pada peringatan Hari Internasional Menentang Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Bogor pada hari Kamis, Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan rincian operasi tersebut, dengan mengatakan pihak berwenang menyita 7.894 kilogram mephedrone, 2,6 kilogram prekursor padat dan 219.785 kilogram bahan kimia cair yang diyakini telah digunakan dalam pembuatan obat tersebut.

Operasi tersebut melibatkan warga negara Rusia, kata Suyudi. Ucapannya pertama kali diberitakan DetikBali.

Menurut Suyudi, kasus ini mencerminkan semakin kompleksnya peredaran narkoba sintetis di Indonesia. Dia mengatakan para penyelidik yakin obat-obatan tersebut diproduksi, didistribusikan dan dikonsumsi dalam jaringan Rusia yang sedang diselidiki.

“Produsennya orang Rusia, distributornya orang Rusia, dan pasarnya juga orang Rusia,” kata Suyudi.

BNN bekerja sama dengan Kedutaan Besar Rusia dan petugas penghubung kepolisian Rusia untuk menelusuri apa yang diyakini pihak berwenang sebagai jaringan penyelundupan narkoba internasional yang lebih besar dan memiliki hubungan dengan Rusia.

Investigasi berlanjut seiring dengan upaya pihak berwenang untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pendanaan dan pengoperasian jaringan tersebut, yang menggarisbawahi upaya berkelanjutan Indonesia untuk membongkar sindikat narkotika transnasional yang beroperasi di seluruh negeri.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.