Home Dunia Meninggalkan anak-anak menonton Piala Dunia? Dokter memperingatkan risiko terhadap pertumbuhan dan perkembangan...

Meninggalkan anak-anak menonton Piala Dunia? Dokter memperingatkan risiko terhadap pertumbuhan dan perkembangan mereka

4
0


Meskipun begadang untuk menonton Piala Dunia FIFA dapat menjadi pengalaman keluarga yang mengesankan, spesialis anak memperingatkan bahwa gangguan tidur dapat berdampak jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif anak.

Piala Dunia FIFA 2026 kembali menyulut kemeriahan yang sulit ditolak. Banyak keluarga memanfaatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama menonton pertandingan favorit mereka, meskipun itu berlangsung hingga larut malam. Bukan hal yang aneh bagi anak-anak untuk tetap berada di samping orang tua mereka untuk menyaksikan aksi beberapa bintang terbesar di dunia sepak bola.

Namun, sebelum membiarkan anak begadang, orang tua perlu memahami bahwa kurang tidur lebih dari sekadar rasa lelah keesokan harinya. Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, sistem kekebalan tubuh, serta kelanjutan tumbuh kembang anak.

dr Citra Raditha, Konsultan Anak di RS Mayapada Jakarta Selatanmenjelaskan: “Bagi anak-anak, tidur bukan sekadar waktu istirahat. Saat mereka tidur, otak tetap sangat aktif, menjalankan proses-proses penting seperti memperkuat hubungan antar sel saraf, memproses informasi yang dikumpulkan sepanjang hari, dan mendukung kemampuan belajar serta pengaturan emosi.”

Ketika anak kurang tidur, dampaknya kerap terasa dalam aktivitas sehari-hari. Mereka mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lelah, dan lebih sensitif secara emosional. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak membutuhkan lebih banyak tidur karena tubuh dan otaknya masih dalam tahap perkembangan.

“Kebutuhan tidur berbeda-beda tergantung usia anak. Anak prasekolah biasanya membutuhkan waktu tidur sekitar 10 hingga 14 jam per hari, anak usia sekolah membutuhkan sekitar 9 hingga 11 jam, sedangkan remaja sebaiknya tidur antara 8 hingga 10 jam per malam. Jika kebutuhan tersebut berulang kali tidak terpenuhi, anak bisa mengalami kesulitan konsentrasi, kelelahan, perubahan suasana hati, dan gangguan belajar.

Meskipun sesekali tidur larut malam mungkin tidak langsung menimbulkan dampak serius, begadang berulang kali dan mengganggu kebutuhan tidur harian anak secara sistematis dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan fisik dan perkembangan kognitif.

“Acara seperti Piala Dunia memberikan kesempatan indah bagi keluarga untuk menjalin ikatan dengan anak-anaknya. Namun, orang tua harus memastikan adanya keseimbangan yang sehat sehingga perubahan waktu tidur sementara tidak mengganggu ritme tidur alami tubuh. Menjaga jadwal tidur yang konsisten membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan tidur yang sehat,” kata Dr Eddy Fadlayana, konsultan anak di Mayapada Hospital Bandung.

Selain menjaga rutinitas harian yang sehat, pemantauan rutin terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak juga penting untuk mendukung kesejahteraan mereka secara keseluruhan dan mengidentifikasi potensi masalah kesehatan sedini mungkin.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka Pusat pediatrik di Mayapada Hospital menawarkan layanan kesehatan anak komprehensif yang didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis anak yang berpengalaman. Pusat ini menawarkan perawatan untuk berbagai kondisi, termasuk alergi, gangguan pencernaan, penyakit ginjal dan jantung, penyakit menular, serta dukungan spesialis untuk anak-anak autis dan disleksia.

Untuk keadaan darurat medis, Unit gawat darurat anak tersedia 24 jam sehari per hari melalui hotline darurat di 150990 atau melalui Panggilan darurat fungsionalitas pada perawatan saya aplikasi. Layanan ini didukung oleh tim dokter spesialis anak yang bekerja sama dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter anestesi untuk memberikan perawatan lanjutan bila diperlukan.

Bagi warga Bandung dan sekitarnya, Rumah Sakit Mayapada Bandung (MHBD) juga mengoperasikan a Klinik Pertumbuhan, Perkembangan dan Neurobehavior didedikasikan untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak. Layanan meliputi terapi okupasi, terapi wicara, terapi integrasi sensorik, terapi fisik pediatrik, penilaian psikologis, tes bakat dan minat, penilaian kesiapan sekolah, konseling pengasuhan anak, dan konseling keluarga. Layanan ini dirancang untuk menilai kebutuhan perkembangan setiap anak sekaligus membantu orang tua untuk lebih memahami setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak mereka.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center di 150770Ada apa 0817-17-150770atau mengakses layanan melalui perawatan saya aplikasi. Aplikasi ini juga menawarkan Kesehatan pribadiyang memungkinkan pengguna memantau kesejahteraan mereka dengan melacak detak jantung, jumlah langkah harian, kalori yang terbakar, dan indeks massa tubuh (BMI).