Gubernur Bali Wayan Koster baru-baru ini menyoroti pentingnya meningkatkan akses transportasi di Bandara Internasional Ngurah Rai untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang semakin meningkat akibat meningkatnya kedatangan wisatawan.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang berdampak positif terhadap perekonomian Bali juga membuat destinasi wisata tidak terimbas permasalahan seperti kemacetan. Oleh karena itu Gubernur percaya bahwa ekosistem pariwisata Bali perlu terus diperkuat, dengan infrastruktur transportasi tetap menjadi prioritas utama.
Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, menjaga citra pariwisata yang positif menjadi semakin mendesak. Menurut Gubernur, pada tahun 2025 saja, Bali menyambut 7,05 juta wisatawan internasional melalui Bandara Internasional Ngurah Rai. Jika digabungkan dengan 9,2 juta wisatawan domestik, jumlah pengunjung melebihi 16 juta.
“Penguatan aksesibilitas transportasi di pintu masuk dan keluar bandara menjadi perhatian mendesak karena terkait dengan masalah kemacetan. Jika tidak diatasi, permasalahan ini bisa berdampak pada citra wisata Bali,» kata Koster, seperti dilansir pers, Rabu 17 Juni.
Sementara itu, Ferry Kusnowo, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia menjelaskan, pembahasan tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya. Inisiatif ini pada akhirnya bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna menghasilkan kajian yang lebih komprehensif.
“Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi, kami bekerja sama dengan Universitas Udayana yang melakukan kajian mendalam terhadap berbagai permasalahan aksesibilitas dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai,Kata Kusnowo juga.
Pemerintah Provinsi Bali belakangan ini melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan yang terus terjadi di Pulau Dewata. Baru-baru ini, Dinas Perhubungan Bali melakukan studi manajemen dan rekayasa lalu lintas (Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas atau MRLL) bertujuan untuk mengurangi kemacetan di kawasan wisata Sanur di Denpasar pada tanggal 2 hingga 15 Juni. Uji coba MRLL difokuskan khususnya di Jalan Hang Tuah.
Kemacetan di titik ini (Jalan Hang Tuah) terkait dengan lalu lintas di Bypass Ngurah Rai di ruas sekitar simpang Grand Bali Beach Hotel. Jika simpang Jalan Danau Beratan-Hang Tuah padat, ekor antrian terkadang sampai di simpang Grand Bali Beach dan menghambat lalu lintas di Bypass Ngurah Rai, kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta, Mei lalu.






















