CANGGU, Bali – Viral tawuran jalanan di luar Gigi Susu, salah satu kafe paling terkenal di Canggu, dimulai setelah seorang sopir taksi diduga diludahi oleh turis asing, menurut polisi. Bentrokan yang bermula dari bentrokan pinggir jalan di sepanjang Jalan Pantai Batu Bolong dengan cepat berkembang menjadi bentrokan fisik yang melibatkan warga asing, seorang sopir taksi, dan beberapa tukang ojek lokal.
Insiden tersebut terjadi pada sore hari tanggal 15 Juni dan menarik perhatian luas setelah video perkelahian tersebut beredar di media sosial, memicu pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum konfrontasi tersebut berubah menjadi kekerasan.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana mengatakan, petugas mendatangi lokasi kejadian dan mengambil keterangan saksi untuk menyimpulkan kronologis kejadian di balik bentrokan yang viral tersebut.
Menurut polisi, pertengkaran dimulai sekitar pukul 15.35, ketika seorang sopir taksi sedang melaju ke utara di sepanjang Jalan Pantai Batu Bolong.
Sopir tersebut diduga menjadi sasaran aksi tidak menyenangkan ketika salah satu dari tiga orang asing yang mengendarai dua skuter berukuran besar meludahinya saat ia lewat.
Merasa tersinggung dengan kejadian tersebut, sang sopir taksi mengejar rombongan tersebut dan akhirnya berhasil menyusul mereka. Kedua belah pihak kemudian berhenti di depan Gigi Susu, ketegangan pun dengan cepat meningkat.
Polisi menyebutkan, seorang warga asing berkemeja putih turun dari sepeda motor dan menabrak kaca belakang taksi. Sopir kemudian turun dari kendaraannya hingga terjadi adu mulut sengit antara kedua pihak.
Warga negara asing kedua yang berpakaian hitam dilaporkan berusaha menenangkan situasi dan memisahkan pihak-pihak yang terlibat. Namun, emosi tetap tinggi dan konfrontasi terus berlanjut.
Situasi tampak tenang ketika sekelompok warga asing bersiap meninggalkan daerah tersebut dan menuju ke utara.
Namun saat hendak menyusul taksi tersebut, sang sopir diduga menabrak salah satu WNA yang menjadi penumpang sepeda motor.
Pukulan itu memicu adu fisik.
Konfrontasi tersebut dengan cepat menarik perhatian para pengemudi ojek online dan para pengemudi ojek konvensional yang berada di dekatnya, yang berkumpul di sekitar lokasi kejadian saat pertengkaran tersebut terjadi.
Semakin banyak orang yang terlibat, kerusuhan menjadi semakin besar dan kacau.
Aparat keamanan Gigi Susu, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Kanis, Donis dan Kris, segera turun tangan dan berusaha memisahkan mereka yang terlibat sebelum situasi semakin memanas.
Pertarungan akhirnya dapat dikendalikan dan kedua belah pihak bubar. Rombongan bule tersebut berangkat lebih dulu, disusul tak lama kemudian oleh sopir taksi setelah situasi sudah tenang.
Polisi mengatakan kejadian tersebut bermula dari tindakan awal yang memicu konfrontasi dan kemudian meningkat menjadi kekerasan fisik setelah ada orang lain yang terlibat.
Tidak ada cedera serius yang dilaporkan.
Meski perkelahian hanya berlangsung beberapa menit, namun gambar-gambar tersebut dengan cepat menyebar secara online, menarik perhatian publik dan memicu perdebatan di media sosial.
Insiden ini juga menyoroti betapa cepatnya ketegangan dapat meningkat di pusat-pusat wisata Bali yang sibuk, dimana jalanan padat, kesalahpahaman budaya dan reaksi spontan dapat mengubah perselisihan kecil menjadi bentrokan publik.
Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca diundang untuk menghubungi tim editorial untuk klarifikasi apa pun.






















