Wakil Presiden AS JD Vance membela serangan terbaru AS dan memperingatkan bahwa setiap serangan lebih lanjut akan ditanggapi dengan mengatakan: “Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan.”
“Iran menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami menghormatinya. Jika mereka mempunyai perbedaan pendapat tentang bagaimana MOU dilaksanakan, mereka dapat mengangkat telepon,” tulis Vance di X.
Komentar tersebut muncul setelah pemerintahan Trump mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah kapal di Teluk yang menurut Washington dilakukan oleh Teheran.
Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami menghormatinya. Jika mereka mempunyai perbedaan pendapat tentang bagaimana MOU diterapkan, mereka dapat mengangkat telepon.
Namun kekerasan akan dibalas dengan kekerasan.
– JD Vance (@JDVance) 26 Juni 2026






















