Home Opini Google vs. Microsoft sebagai tempat kerja: Teknologi mengatakan yang satu ‘memberi saya...

Google vs. Microsoft sebagai tempat kerja: Teknologi mengatakan yang satu ‘memberi saya polesan’, yang lain ‘memberi saya kedalaman’ dalam postingan LinkedIn yang viral

2
0


Bagi para insinyur perangkat lunak, memilih antara raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft merupakan dilema karier yang paling utama. Meskipun gaji dan tunjangan sering kali mendominasi perbincangan, seorang teknisi yang berbasis di Bangalore membuat heboh di dunia maya karena mendobrak perbedaan budaya yang tidak terlihat antara kedua raksasa teknologi tersebut.

Manu Agarwal, insinyur perangkat lunak senior yang saat ini bekerja di Microsoft, baru-baru ini melalui LinkedIn untuk berbagi perbandingan jujur ​​​​pengalamannya bekerja di kedua perusahaan tersebut.

Keputusannya? Ini tergantung pada “merek” versus “membangun”

Baca juga | Karyawan Google yang Penghasilannya Hampir $1 Juta Setahun Berhenti, Mengatakan ‘Saya Merasa FOMO…’

Pengalaman Google

Agarwal menghabiskan lebih dari dua tahun di Google di Bangalore sebelum bergabung dengan Microsoft pada tahun 2025. Mengingat pengalamannya di raksasa pencarian tersebut, dia mencatat adanya tekanan yang jelas dan mendalam untuk mewujudkan identitas perusahaan.

“Di Google, saya merasa selalu diawasi bukan oleh manajernya, tapi oleh brand itu sendiri,” tulis Agarwal dalam postingan viral tersebut. Dia menjelaskan bahwa hampir setiap interaksi, mulai dari pull request dan rapat hingga pesan Slack sesekali, disaring melalui lensa: “Apakah Googler akan melakukan ini?” »

Pengalaman Microsoft

Sebaliknya, Agarwal menggambarkan masa kerjanya di Microsoft sebagai periode pengembangan karier secara langsung.

“Di Microsoft, saya merasa seperti sedang dibangun. Lebih banyak kepemilikan. Lebih banyak kebebasan untuk membangun. Lebih banyak tanggung jawab, tapi ya, lebih banyak pertumbuhan,” jelasnya.

Dalam kalimat kuat yang bergema di LinkedIn, dia menyimpulkan pengalaman gandanya: “Google memberi saya polesan. Microsoft memberi saya kedalaman. »

Baca juga | Teknologi India berhenti dari pekerjaan ‘impian’ di Google setelah 4 tahun, mengucapkan selamat tinggal dalam postingan viral

Mana yang terbaik?

Meskipun lingkungannya berbeda, Agarwal menekankan bahwa tidak ada perusahaan yang unggul secara inheren. Sebaliknya, ia menyarankan para profesional untuk menganggapnya sebagai alat berbeda yang cocok untuk berbagai fase perjalanan karier.

“Tidak ada yang lebih baik. Itu hanyalah alat yang berbeda untuk tahapan berbeda dalam karier Anda,” tulisnya.

Poin-poin penting Agarwal bagi para pencari kerja:

  • Budaya sebelum logo: Agarwal menyarankan para pencari kerja untuk memilih lingkungan kerja yang selaras dengan tujuan pertumbuhan mereka saat ini, daripada hanya meningkatkan merek bergengsi di resume mereka.
  • Lingkungan membentuk pemikiran: Tempat Anda bekerja sangat memengaruhi cara Anda melakukan pendekatan pemecahan masalah dan kolaborasi, kata Agarwal.
  • Keduanya adalah yang terbaik: Dia menegaskan kembali bahwa Google dan Microsoft tetap menjadi tempat yang bagus untuk membangun karier

“Tempat Anda bekerja membentuk BAGAIMANA Anda berpikir,” kata Agarwal. “Pilih budaya yang sesuai dengan tujuan Anda, bukan hanya merek yang terlihat bagus di profil Anda. IMO, keduanya adalah perusahaan yang bagus untuk bekerja.”

Baca juga | Berapa biaya untuk pindah ke Hyderabad? Teknologi Microsoft mengatakan ₹3,6 lakh

Peralihan dari gulat ke raksasa teknologi

Agarwal tidak asing dengan postingan LinkedIn yang viral. Awal bulan ini, dia berbagi kisah yang sangat pribadi tentang perjalanannya untuk memenangkan a $Gaji 1,9 crore di kantor Microsoft Seattle.

Ia ingat ayahnya harus menjual perhiasan emas milik ibunya hanya untuk bisa membayar biaya hidupnya $Biaya kuliah 15.000 per semester. Bertahun-tahun kemudian, dengan gajinya dari Big Tech, dia menelepon ibunya dan menyuruh ibunya untuk membeli kembali perhiasan yang diinginkannya, sebuah pengingat yang menyedihkan akan pengorbanan yang sering kali tersembunyi di balik resume teknologi yang cemerlang.

Menurut pesan tersebut, jawabannya adalah: “Beta, tere aane se sab wapas aa gaya (Nak, kamu datang dan aku mendapatkan semuanya kembali). » Agrawal mengakhiri pesannya dengan mengatakan: “Beberapa hutang tidak bersifat finansial. »

Berdasarkan profilnya, Agarwal memulai karirnya sebagai karyawan magang di Microsoft Hyderabad pada tahun 2016 sebelum resmi bergabung dengan perusahaan tersebut sebagai engineer pada tahun 2017.