Ketika Tottenham mengumumkan penandatanganan Victoria Pelova dari Arsenal, hal itu mungkin tidak memicu antusiasme yang sama seperti beberapa transfer terbesar musim panas ini.
Bagaimanapun, pemain internasional Belanda itu tiba dengan status bebas transfer setelah dua musim dilanda cedera yang membatasi pengaruhnya di Arsenal.
Namun di luar kemunduran ini, Tottenham mungkin telah mendapatkan salah satu rekrutan yang paling diremehkan di Liga Super Wanita musim panas ini.
Pelova bergabung dengan Spurs dengan rekam jejak yang mengesankan. Pemain berusia 27 tahun ini telah mewakili Belanda lebih dari 70 kali di level internasional, bermain untuk Ajax sebelum bergabung dengan Arsenal pada tahun 2023 dan membantu The Gunners memenangkan Piala Liga Wanita di musim pertamanya di Inggris.
Namun, waktunya di Arsenal dipersingkat karena cedera ACL serius yang dideritanya saat menjalani tugas internasional pada tahun 2024.
Sembuh dari cedera ACL, Pelova kembali ke tim Arsenal di mana persaingan untuk mendapatkan tempat di lini tengah semakin ketat. Akibatnya, dia mendapati peluangnya terbatas sebelum klub mengonfirmasi kepergiannya.
Rangkaian peristiwa inilah yang membuat langkah ini begitu menarik bagi Tottenham.
Daripada mengontrak pemain yang sudah memiliki performa terbaiknya, Spurs malah merekrut seseorang yang ingin menemukan kembali performa yang menjadikannya salah satu gelandang paling menarik di Eropa.
Pelatih kepala baru Martin Ho juga memainkan peran penting dalam meyakinkan Pelova untuk pindah ke London utara.
“Saat saya ngobrol dengannya, dia sangat baik. Rasanya tepat bagi saya untuk pergi ke Spurs.”
Ho sama bersemangatnya dengan penandatanganan tersebut, menggambarkan Pelova sebagai pemain yang membawa “kualitas nyata, kecerdasan dan pengalaman tingkat tinggi” sambil mengungkapkan keyakinan bahwa dia memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan.
Ditanya tentang inspirasi sepak bolanya, Pelova menyebut mantan gelandang Tottenham Christian Eriksen, memuji kreativitas, kerendahan hati, dan kemampuannya mengendalikan pertandingan dengan umpan dan visinya.
“Christian Eriksen… Dia sangat bagus. Assistnya, semuanya. Dia pekerja keras dan rendah hati.”
Dia juga menjelaskan apa yang paling dia sukai dari permainannya sendiri.
“Bagian favorit saya adalah memberikan assist, membuat permainan berjalan lebih cepat atau lebih lambat, dan mengetahui kapan harus melakukannya.”
Kualitas inilah yang ingin ditambahkan Tottenham musim panas ini.
Jika dia kembali ke performa terbaiknya yang menjadikannya salah satu gelandang paling menarik di Eropa, Tottenham bisa melihat ini sebagai salah satu rekrutan terpenting mereka di musim panas.






















