
Harapan Chelsea untuk merekrut Granit Xhaka musim panas ini tampaknya mendapat pukulan besar setelah gelandang tersebut dilaporkan mengatakan kepada Sunderland bahwa dia tidak akan pindah ke Stamford Bridge.
Menurut TEAMtalk, Xhaka telah mengadakan pembicaraan positif dengan petinggi Sunderland dan kini akan bertahan di Stadium of Light.
Pemain berusia 33 tahun itu dikaitkan dengan kepindahan ke Chelsea, di mana reuni dengan Xabi Alonso dipandang sebagai kemungkinan yang menarik.
Namun, situasi telah berkembang pesat dan menguntungkan Sunderland.
The Guardian melaporkan bahwa Xhaka telah memutuskan untuk tetap bersama The Black Cats setelah tawaran Chelsea senilai £8 juta ditolak.
Sunderland telah menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keinginan untuk menjualnya, terutama setelah lolos ke Liga Europa dan membangun identitas lini tengah mereka berdasarkan pengalaman.
Keputusan Xhaka menjadi dorongan besar bagi Sunderland
Ini merupakan dorongan besar bagi Sunderland. Xhaka baru bergabung dengan klub tersebut pada musim panas lalu, namun ia dengan cepat menjadi salah satu sosok terpenting.
Kepemimpinannya, jangkauan umpannya dan kemampuannya mengendalikan momen-momen sulit menjadikannya elemen sentral dalam tim Régis Le Bris.
Ketertarikan Chelsea masuk akal. Alonso mengenal Xhaka dengan baik sejak mereka berada di Bayer Leverkusen, di mana gelandang Swiss tersebut memainkan peran utama dalam salah satu kampanye Bundesliga paling mengesankan dalam beberapa tahun terakhir.
Chelsea menginginkan pengalaman dan otoritas di lini tengah, dan Xhaka cocok dengan profil tersebut.
Namun pendirian Sunderland sudah tegas sejak awal. Mereka memandang tawaran Chelsea terlalu rendah dan menegaskan bahwa kehilangan Xhaka akan merusak rencana mereka menjelang musim yang penuh tantangan di Liga Premier dan Eropa.
Apa selanjutnya bagi Xhaka setelah keputusan Chelsea?
Xhaka membuat keputusan cerdas. Kepindahan ke Chelsea mungkin sangat menggoda, namun Sunderland bisa menawarkan sesuatu yang sangat berharga pada tahap kariernya saat ini: kepentingan.
Di Stamford Bridge dia mungkin menjadi bagian dari tim yang lebih besar, dengan lebih banyak persaingan dan kurang kepastian.
Di Sunderland dia adalah pemimpin, starter yang percaya diri, dan tokoh kunci dalam proyek yang sedang berkembang.
Bagi Chelsea, ini adalah kemunduran, namun bukan bencana. Mereka akan memiliki opsi lain di lini tengah.
Namun, bagi Sunderland, mempertahankan Xhaka sama pentingnya dengan merekrut pemain baru pada musim panas ini.
Sumber: ‘Pemain brilian’ dalam radar Chelsea dan Liverpool meskipun klub merencanakan pembicaraan kontrak






















