BADUNG, Bali – Dua perempuan asing yang bekerja sebagai penjual botol di Jade Club Bali dideportasi setelah otoritas imigrasi Indonesia mengetahui bahwa mereka bekerja sambil memegang visa saat kedatangan (VOA), yang tidak memungkinkan mereka untuk bekerja.
Kedua wanita tersebut, yang diidentifikasi sebagai Tes Fleur Khoudair dan Nikita Falke, menyalahgunakan izin pengunjung mereka dengan mengambil pekerjaan berbayar di klub malam, menurut otoritas imigrasi.
Visa saat kedatangan ditujukan untuk pariwisata, kunjungan keluarga, kegiatan sosial, dan tujuan bisnis tertentu yang tidak melibatkan penghasilan di Indonesia. Orang asing pemegang VOA dilarang bekerja atau menerima imbalan kerja.
Khoudair dideportasi pada 4 Juni dengan penerbangan Qatar Airways QR962 dari Denpasar ke Doha.
Sumber imigrasi mengatakan dia sempat mencoba menghindari petugas saat menuju area keberangkatan internasional, namun dihentikan sebelum naik ke pesawat dan ditahan sebagai persiapan untuk deportasi.
Falke kemudian dideportasi pada tanggal 30 Juni dengan menggunakan penerbangan Qatar Airways QR963 dengan rute yang sama yaitu Denpasar-Doha.
Husnan Handano, Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kantor Imigrasi Ngurah Rai, membenarkan adanya deportasi tersebut.
“Iya, kedua perempuan tersebut dideportasi setelah diketahui menyalahgunakan izin berkunjung saat bekerja,” kata Husnan.
Selain dideportasi, kedua perempuan tersebut juga dimasukkan dalam daftar hitam imigrasi Indonesia, sehingga mereka tidak bisa masuk kembali ke Indonesia untuk jangka waktu tertentu.
Deportasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang dilakukan otoritas imigrasi Indonesia untuk menindak orang asing yang bekerja secara ilegal di Bali, khususnya di sektor kehidupan malam di pulau tersebut.
Kasus ini juga membawa perhatian baru terhadap Jade Club, yang sebelumnya telah dikaitkan dengan insiden terpisah yang menarik perhatian publik, termasuk kasus penyerangan dan masalah terkait imigrasi sebelumnya yang melibatkan pekerja asing.
Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.






















