Home Opini Korea menganggap konsultasi kerja sama nuklir dengan AS sukses

Korea menganggap konsultasi kerja sama nuklir dengan AS sukses

5
0


Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Park Yoon-joo, kanan, berjabat tangan dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Allison Hooker sebelum berdiskusi mengenai masalah keamanan yang timbul dari perjanjian pertemuan puncak di Kementerian Luar Negeri di Seoul pada hari Selasa. Atas perkenan Kementerian Luar Negeri

WASHINGTON – Korea Selatan pada hari Kamis menyebut konsultasi kerja sama nuklir minggu ini dengan Amerika Serikat sebagai “sukses”, ketika kedua negara meluncurkan pembicaraan untuk menerapkan serangkaian perjanjian keamanan yang dicapai oleh para pemimpin mereka tahun lalu.

Kedua belah pihak bertemu pada hari Selasa dan Rabu di Seoul untuk membahas kerja sama mengenai upaya Korea untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir dan mengamankan pengayaan uranium sipil serta kemampuan pemrosesan ulang bahan bakar nuklir bekas.

Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Park Yoon-joo dan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Allison Hooker menghadiri pertemuan tersebut, bersama dengan perwakilan antarlembaga dari kedua negara, termasuk dari Kantor Keamanan Nasional Kepresidenan di Seoul dan Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih.

Kementerian Luar Negeri Seoul menyebut konsultasi minggu ini sukses.

“Pertemuan berlangsung dalam suasana yang sangat baik dan diskusi yang produktif dan substantif berlangsung,” kata juru bicara kementerian Park Il pada konferensi pers rutin.

Park menambahkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama untuk mencapai hasil substantif sesegera mungkin, memutuskan untuk menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi pencapaian sepanjang tahun, dan sepakat untuk mempercepat konsultasi di masa depan.

Departemen Luar Negeri mengatakan pada hari Rabu (waktu AS) bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk mencari hasil yang “nyata” dari inisiatif kerja sama nuklir mereka.

“Kedua belah pihak berkomitmen untuk berupaya mencapai hasil nyata secepat mungkin guna menetapkan tonggak sejarah guna menilai kemajuan sepanjang tahun dan mempercepat konsultasi di masa depan,” kata departemen tersebut dalam catatan media.

Pertemuan tersebut diadakan untuk memajukan inisiatif kerja sama nuklir yang termasuk dalam perjanjian keamanan bilateral, perdagangan dan investasi yang diadopsi setelah pertemuan puncak antara Presiden Korea Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump pada akhir Oktober.

Wakil Menteri AS juga menyampaikan penilaian serupa di media sosial.

“Diskusi awal kami mengenai kerja sama nuklir antara Amerika Serikat dan Republik Korea berhasil dan membuka jalan bagi pembicaraan teknis lanjutan,” tulis Hooker di media sosial. ROK adalah singkatan dari nama resmi Korea, Republik Korea.

Wakil menteri tersebut menambahkan bahwa dia juga membahas isu-isu lain, termasuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, memperkuat rantai pasokan penting dan melawan ancaman regional.