Media pemerintah Iran melaporkan beberapa ledakan di Selat Hormuz, hanya beberapa saat setelah militer AS mengatakan pasukannya mulai melancarkan serangan baru terhadap negara tersebut.
Setidaknya enam ledakan terdengar di pulau Qeshm di Iran, tujuh lainnya di kota Sirik dan beberapa lainnya juga dilaporkan di kota pelabuhan utama Bandar Abbas, menurut IRIB.
Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Teheran memperingatkan akan adanya pembalasan terhadap Washington, dan menuduhnya berulang kali melanggar perjanjian untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.
“Iran mengeluarkan peringatan serius tentang konsekuensi pelanggaran perjanjian oleh Amerika dan akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasionalnya,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh IRIB.






















