Home Opini Kebocoran makalah NEET 2026: Dari keterlibatan anggota NTA, modus operandi lengkap hingga...

Kebocoran makalah NEET 2026: Dari keterlibatan anggota NTA, modus operandi lengkap hingga penangkapan — Apa yang kita ketahui sejauh ini tentang penyelidikan CBI

5
0


Biro Investigasi Pusat (CBI), yang menyelidiki kasus kebocoran kertas NEET-UG 2026, menuduh adanya keterlibatan pejabat yang terkait dengan Badan Pengujian Nasional (NTA). Kompetisi nasional yang digelar pada 3 Mei itu dibatalkan menyusul dugaan bocornya dokumen. NTA telah menyelesaikan tanggal 21 Juni untuk tes masuk medis UG yang baru.

Siapa yang diduga sebagai biang keladinya?

Manisha Sanjay Waghmare dari Pune di Maharashtra, yang ditangkap pada 14 Mei, berada di bawah pemindai CBI. Manisha Waghmare diduga memberikan soal-soal ujian tersebut kepada terdakwa utama Dhananjay Lokhande, yang dikatakan sebagai dalang jaringan besar yang dituduh menyebarkan soal-soal tersebut lebih lanjut.

Apa yang kita ketahui sejauh ini tentang investigasi CBI

Menurut CBI, Manisha Waghmare dan profesor kimia PV Kulkarni dari Latur, yang ditangkap pada 15 Mei, memperoleh akses terhadap bocoran tanya jawab pada 27 April melalui “pejabat yang terkait dengan Badan Pengujian Nasional (NTA)”.

Menurut agensi tersebut, Manisha Waghmare melakukan kontak dengan PV Kulkarni melalui profesor biologi Manisha Mandhare, yang ditangkap oleh CBI pada hari Sabtu. Penting untuk dicatat bahwa Manisha Mandhare adalah bagian dari dewan editorial makalah NTA untuk NEET-UG. Ditunjuk oleh NTA sebagai ahli, dia adalah anggota penting komite yang terlibat dalam proses pemeriksaan NEET (UG). Menurut para pejabat, Mandhare memiliki akses penuh terhadap masalah botani dan zoologi.

Investigasi menunjukkan bahwa Manisha Waghmare diduga mengumpulkan pertanyaan dari PV Kulkarni. CBI pada hari Kamis menangkap dua terdakwa dalam kasus tersebut, termasuk Dhananjay Lokhanda dari Ahilyanagar, Maharashtra, selain Manisha Sanjay Waghmare.

Dengan melibatkan pertimbangan keuangan sebagai alasan kebocoran kertas, CBI menemukan bahwa soal kimia tulisan tangan, yang dibagikan oleh Kulkarni, telah dimusnahkan. Manisha Waghmare diduga menghancurkan surat-surat yang diamankan dengan cara ilegal setelah ujian 3 Mei.

Investigasi yang berfokus pada Manisha Mandhare menemukan bahwa dia diduga memobilisasi kandidat potensial untuk ujian NEET pada bulan April 2026 melalui Manisha Waghmare dari Pune dan mengatur kelas pelatihan khusus untuk para siswa ini di kediamannya di Pune, pernyataan juru bicara CBI dikutip oleh PTI. Modus yang dilakukan Manisha Mandhare mirip dengan Kulkarni yang memungut ribuan rupee sebagai bayaran mendiktekan bocoran soal dan jawaban kepada beberapa siswa.

PV Kulkarni, yang dianggap ahli dalam bidang kimia dan telah bertugas selama bertahun-tahun di panel yang terlibat dalam pengembangan makalah soal NEET, ditangkap pada hari Jumat karena mengeksploitasi akses istimewanya terhadap dokumen rahasia. “Pada minggu terakhir bulan April 2026, dia (Kulkarni) telah mengerahkan mahasiswa, dengan bantuan terdakwa lainnya yaitu Manisha Waghmare yang ditangkap pada 14 Mei oleh CBI,” kata juru bicara PTI mengutip ucapan juru bicara CBI. Siswa diduga dikenakan biaya beberapa lakh rupee untuk sesi di mana pertanyaan-pertanyaan yang didiktekan “sama persis” dengan makalah NEET-UG saat ini.

Berapa banyak orang yang ditangkap sejauh ini dalam kasus kebocoran kertas NEET 2026?

Sebanyak sembilan tersangka telah ditangkap sejauh ini, berasal dari Delhi, Jaipur, Gurugram, Nashik, Pune dan Ahilyanagar.

NEET-UG beralih ke ujian berbasis komputer mulai tahun 2027?

Karena sebagian besar pertanyaan yang bocor “cocok” dengan pertanyaan yang muncul pada ujian 3 Mei, ujian NEET dibatalkan. Menteri Pendidikan Persatuan Dharmendra Pradhan mengumumkan bahwa NEET-UG akan beralih dari mode OMR ke mode tes berbasis komputer (CBT) mulai tahun 2027. Namun, ujian ulang NEET-UG 2026 yang dibatalkan akan dilakukan dalam mode offline tradisional pada 21 Juni 2026.